Wartawan Diteror OTK Usai Soroti Dugaan Penggelembungan Peserta Pelatihan Barista Disnaker Kota Langsa


Kota Langsa langsatu.com 1/1/2026      Seorang Wartawan di Kota Langsa mengalami teror dari orang tidak dikenal (OTK) setelah menyoroti pemberitaan terkait dugaan penggelembungan jumlah peserta pelatihan Barista yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Langsa.

Teror tersebut bermula pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.00 WIB, ketika wartawan yang bersangkutan menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal melalui nomor pribadinya. Dalam percakapan tersebut, OTK berdalih mengajak bertemu dan “ngopi bersama”, sekaligus menanyakan lokasi tempat tinggal wartawan.

Keesokan harinya, Kamis, 1 Januari 2026, pukul 13.27 WIB, OTK kembali menghubungi wartawan menggunakan nomor berbeda dan kembali mengajak bertemu. Namun, setelah wartawan merespons dan menanyakan lokasi pertemuan, OTK tersebut tidak lagi memberikan jawaban.


Wartawan salah satu media nasional tersebut mengaku merasa diteror dan terintimidasi, terlebih panggilan dilakukan pada jam istirahat (tengah malam). Situasi tersebut menimbulkan trauma serta kekhawatiran terhadap keselamatan pribadi maupun keluarganya, terutama setelah pemberitaan terkait dugaan penggelembungan peserta pelatihan Barista Disnaker Kota Langsa dipublikasikan.


Media langsatu.com bersama beberapa rekan media lainya, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tekanan dan teror terhadap insan pers yang mencederai kemerdekaan pers, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta berpotensi melanggar hukum.


Atas kejadian ini, Media portalaceh.com mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Langsa, untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga melakukan teror terhadap jurnalis. Selain itu, media ini juga meminta Unit Tipikor Polres Langsa untuk menyelidiki secara serius dugaan penggelembungan jumlah peserta dalam kegiatan pelatihan barista yang dilaksanakan oleh Disnaker Kota Langsa.


Media langsatu.com menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, independen, dan berimbang, serta tidak akan gentar terhadap segala bentuk intimidasi.


Di sisi lain, Disnaker Kota Langsa diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi secara terbuka dan transparan guna menjaga kepercayaan publik serta mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.


Media langsatu.com juga menegaskan bahwa tugas pers adalah menggali dan menyampaikan informasi kepada publik berdasarkan fakta, bukan untuk mencari-cari kesalahan pihak tertentu. Pernyataan tersebut disampaikan bersama rekan-rekan media dalam sebuah pertemuan di salah satu kafe di seputaran Kota Langsa.

Sejumlah tim media dari berbagai platform yang tergabung dalam aliansi media di Kota Langsa turut menyatakan sikap dan mengecam keras tindakan teror tersebut, karena dinilai meresahkan dan mencederai marwah profesi jurnalis. Atas dasar itu, kasus ini diberitakan secara serentak oleh sejumlah media online di Kota Langsa.

Hingga berita ini diterbitkan pada 1 Januari 2026, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait. 

(Redaksi)

0 Komentar