Ajarkan rakyat Cara Membuat Roti, Bukan Memberi Mereka Roti Setiap Saat

Caption Ilustrasi

LangSama.Com / Kota Langsa - Sudah 46 hari pasca banjiro kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Masih belum kelihatan tanda-tanda perubahan, pemukiman yang masih kumuh, para penyintas yang masih menunggu logistik datang, rumah-rumah yang belum bisa dibersihkan, jalanan masih penuh lumpur yang sebahagian sudah mengering dan berubah menkadi debu, sebahagian lainnya masih berair.

Gubernur kembali memperpanjang status tanggap darurat. Hana kejadian lom bak gop, tapi kana bak geutanyo, masa tanggap darurat diperpanjang hingga berkali-kali.

Pertanyaannya, akankah kondisi di lapangan menjadi lebih baik hingga habisanya masa tanggap darurat pada tanggal 22 januari nanti?, Apalagi di tgl 8 januari kemarin, beberapa kabupaten kembali terendam banjir.


Jika hingga tanggal yang ditetapkan kondisi Aceh masih tidak ada progress yang memadai, maka pemerintah sudah bisa duduk dan berfikirlah "APAKAH INDONESIA BENAR-BENAR MAMPU?"


Belum terlambat untuk mengakuinya.

Kasihan yang bekerja di lapangan,,kasihan bapak-bapak TNI, relawan dari pemerintah, dari non pemeritah, jungkir balik mereka bekerja, tapi hasilmya  masih tak sepadan. Mungkin bukan pemerintah yang tak mampu, tetapi medan bencana yang membuat pemerintah kualahan.


Seharusnya saat ini kita sudah masuk pada tahapan"Mengajarkan penyintas bencana cara membuat roti, bukan lagi menyugukan mereka roti"

Faktanya, sampai dengan hari ini kita masih terjebak dengan aksi bagi-bagi roti.

Yang menjadi bertanya...

"Sampai kapan kondisi ini akan dipertahankan?"

Bapak-bapak pejabat yang terhornat!

Cukup anak-anak yang diberi makan gratis via MBG,  kami yang tua-tua ini cukup dikasih cangkol.

Jangan ajarkan Masyarakat Aceh cara mengemis untuk sesuap nasi setiap saat,,jangan ajarkan rakyat aceh untuk berebut, karna itu bukan budaya dan bukan ajaran nenek moyang kami.

Kepada pemerintah!, baik Kabupaten,Provinsi dan Pusat, jujur rakyat tidak peduli lagi dengan status, mau darurat, mau transisi, mau nasional, mau lokal, terserah kalian!,

Yang diinginkan rakyat saat ini

1. Beko/eskcavator per desa  minimal 1 (tergantung luas desa) untuk membersihkan jalan dan pemukiman serta rumah,dll

2. Bersihkan sawah, tambak dan perkebunan Agar rakyat bisa kembali menyambung hidup.

Kalau tidak memungkin lagi,bantu carikan rakyat sumber ekonomi alternatif

1. Pastikan semua jembatan dan jalan selesai dalam masa 3 bulan,,agar rakyat bisa beraktifitas dengan normal kembali.

Jika 3 hal ini terpenuhi, negara tak perlu lagi memikirkan sembako untuk penyintas bencana. Semua bisa dilakukan sendiri.

Pemerintah seharus punya target dalam bekerja, jangan meuroen2, ho-ho yang viral kenan meutajo.

Mengaku diri Negara kuat,hebat, apanya yang kuat, apanya yang hebat, rakyatnya saja dibuat lapar dan terlantar.##

(Ali Siji)

0 Komentar